Kuliah Pakar Gerakan Bersama Amankan Kehamilan

17 Mei 2017| Tio Panji Mahardika| Tags: Stikes Hafshawaty, PRODI DIII Kebidanan

Kuliah Pakar GEBRAK

Pelaksanaan kuliah pakar ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 21 Oktober 2012 jam 09.00 – 11.00 di GOR Damanhuri Romly Pesantren Zainul Hasan Genggong, Narasumber kuliah pakar ini adalah Ibu Sutilah, SST, M. Mkes.

Tujuan kuliah pakar ini dengan tema Gerakan Bersama Amankan Kehamilan adalah agar mahasiswa dapat mendampingi ibu hamil mulai trimester 1 sampai ibu hamil menggunakan alat kontrasepsi, sarana pembelajaran mata kuliah asuhan kebidanan kehamilan dan mendapatkan pengalaman lebih banyak dalam melakukan perawatan pada ibu hamil. Materi ini akan diberikan langsung oleh pakarnya.

Latar Belakang dari Kegiatan ini adalah :

Kehidupan yang layak dan kesejahteraan penduduk merupakan tujuan dari pembangunan di setiap negara, agar keadaan bumi yang aman, makmur, dan sejahtera dapat tercapai. Untuk mewujudkan semua itu, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Millenium Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan September 2000, sebanyak 189 negara anggota PBB yang diwakili oleh kepala negara dan kepala pemerintahan sepakat untuk melahirkan sebuah deklarasi Millenium Development Goals (MDGs) atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Tujuan Pembagunan Millenium. Millenium Development Goals (MDGs) memiliki tujuan yang harus dicapai, diantaranya:

  • Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem
  • Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua
  • Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
  • Menurunkan angka kematian anak
  • Meningkatkan kesehatan ibu
  • Memberantas HIV dan AIDS, malaria serta penyakit lainnya
  • Memastikan kelestarian lingkungan
  • Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

Seperti terlihat di atas, tujuan ke (4) sampai dengan (6) merupakan tujuan yang langsung berkaitan dengan bidang kesehatan. Menurunkan angka kematian anak harus dicapai melalui peningkatan kesehatan anak. Semakin sehat seorang anak, semakin kecil peluang untuk meninggal dini. Peningkatan kesehatan ibu, di samping berkaitan dengan semakin kecil peluang para ibu meninggal ketika melahirkan, juga semakin besar peluang untuk melahirkan anak-anak yang sehat, yang akan berusia panjang.

Saat ini Angka Kematian Ibu di Jawa Timur yang mencapai 642/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2014. Penyebab kematian ibu di Jawa Timur antara lain: eklampsi (35%), perdarahan (25%), jantung (8%), infeksi (5%), dan lain-lain (27%). 80% kematian ibu berada di RS. Permasalahan yang ada di pelayanan kesehatan dasar adalah ANC belum berkualitas selama kehamilan dan deteksi resti ibu hamil belum optimal oleh masyarakat, kemudian permasalahan selama persalinan adalah penanganan pertama terhadap kegawatdaruratan maternal-neonatal belum kompeten baik dokter maupun bidan, serta permasalahan selama nifas (42 hari setelah melahirkan) belum adanya instrumen pemantauan nifas. Hal ini menunjukkan rendahnya  pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai un-predictability komplikasi kebidanan, termasuk mengenali tanda-tanda komplikasi, serta lemahnya kapasitas pengambilan keputusan pada perempuan dan kurangnya pemahaman mengenai komplikasi yang tidak selalu dapat diprediksi.

Oleh karena itu, pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur membuat kebijakan dan strategi dalam menurunkan Angka Kematian Maternal dan Neonatal yaitu peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan ibu, peningkatan peran pemerintah daerah dan swasta dalam upaya kesehatan ibu, pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Program utama dari strategi tersebut antara lain: penjaminan kompetensi Bidan di Desa sesuai standar, penjaminan ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan mampu pertolongan persalinan sesuai standar, penjaminan seluruh RS kabupaten/kota mampu PONEK sesuai standar, penjaminan terlaksananya rujukan efektif pada kasus komplikasi, penjaminan dukungan PEMDA terhadap regulasi yang dapat mendukung secara efektif pelaksanaan program, peningkatan kemitraan dengan lintas sektor dan swasta, meningkatan pemahaman dan pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) di masyarakat. Arah strategi ini difokuskan pada 8 kabupaten/kota terpilih penyebab kematian terbesar di Jawa Timur yaitu: Kabupaten Sumenep, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri. Prinsip strategi adalah pencegahan di hulu sebelum gawat darurat dan penanganan adekuat di hilir.

Peran Perguruan Tinggi sangat penting dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak karena memiliki cukup SDM yaitu mahasiswa dan memiliki akses ilmu pengetahuan dan teknologi. Peran tersebut antara lain dalam hal pendampingan ibu hamil, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan keluarga dan kader, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa (siap pakai). Keuntungan Perguruan Tinggi dalam hal ini adalah sebagai sarana pembelajaran mahasiswa, sebagai sarana penelitian dan pengembangan teknologi, sebagai sarana implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi berupa pengabdian kepada masyarakat.

Tinggalkan Komentar

 

ADA YANG BISA KAMI BANTU ?

Jika anda kesulitan menemukan apa yang anda cari atau anda kesusahan menggunakan website AKBID HAFSHAWATY.
Silahkan hubungi kami melalui tombol di bawah ini !

Hubungi Kami